Rabu, 16 November 2022

MONTESSORI ITU (katanya) Terlalu Bebas - Bikin Bingung Anak, Terlalu Fokus ke Lifeskills, Sekolahnya Mahal


MONTESSORI ITU (katanya) BEGINI… MONTESSORI ITU (katanya) BEGITU… Bagian-3

Seri belajar (lagi) tentang metode montessori PAUD


Menanggapi beberapa pendapat (terutama yang kontroversial) terhadap Metode Montessori – khususnya level PAUD

(semua tanggapan ini dibuat berdasar pendapat dan pengalaman pribadi penulis - 23 tahun di dunia montessori - dan referensi buku : The Essential Montessori by Elizabeth Hainstock)

·       Montessori itu (katanya)..  Terlalu memberikan kebebasan untuk memilih sehingga dapat membingungkan anak dan juga terlalu bebas bergerak di kelas

Penyajian material di kelas Montessori sebaiknya dipastikan : tertata rapi dan sistematis, teratur, terukur (tidak terlalu banyak tidak terlalu sedikit) sehingga tidak akan membingungkan karena kuantitas alat kegiatan yang sudah diukur. Dengan memberikan kebebasan memilih pada anak justru akan memudahkan anak untuk memastikan pilihan kegiatan yang benar-benar ia ingin dan butuhkan saat itu. Apalagi material yang disajikan adalah material kegiatan yang sudah disiapkan untuk kebutuhan sesuai range usianya. Yang membuat bingung anak justru biasanya datang dari terlalu banyaknya instruksi, perintah dan pilihan yang disodorkan (bahkan dengan sedikit dipaksa) oleh orang dewasa kepada anak, serta banyaknya material yang didisplay tidaklah sesuai dengan ketertarikan dan kebutuhan masa peka dan usianya.

Bebas bergeraknya anak di kelas Montessori adalah bergerak yang bermakna karena mereka memang sedang bekerja dengan alat kegiatannya serta ada respek atau saling menghargai orang lain saat kita bisa melihat mereka bergerak dan berjalan dengan hati-hati berupaya tidak mengganggu aktivitas teman-temannya. Jenis gerakan anak-anak di dalam kelas ada aturannya dan tetap mendapat arahan dari fasilitator agar tetap bisa beraktivitas dengan nyaman dan aman di dalam kelas (contohnya : berjalan di kelas, cara bawa alat yang aman, berbicara perlahan dll).


·       Montessori itu (katanya).. Terlalu banyak mengarah ke aktivitas EPL atau Latihan Keterampilan Hidup di dalam kelas

Anak-anak di kelas montessori memang dibekali banyak pembelajaran untuk hidup. Hal paling mendasar dalam belajar sesuatu yang dilalui dan dilakukan oleh anak usia dini adalah fase meniru (imitating) segala aktivitas kehidupan yang ada di lingkungan sekitarnya. Artinya : sudah pastilah setiap kegiatan sehari-hari ini memang  secara alami terasa dekat dan merupakan bagian dari kehidupan anak anak itu sendiri sehingga hal ini menjadi menarik bagi mereka untuk dilakukan secara berulang-ulang.

Perlu kita ketahui bahwa di dalam aktivitas kehidupan sehari-hari ini banyak sekali gerakan-gerakan dasar yang anak lakukan dan gerakan ini adalah dasar persiapan untuk belajar dan beraktivitas ke level intelektual yang lebih lanjut. Di aktivitas inilah anak akan mendapatkan pengalaman melalui aktivitas yang melatih sensori, koordinasi tangan dan mata, kontrol otot motorik kasar dan halus, problem solving serta koordinasi dan ketangkasan gerakan untuk menguatkan keterampilan yang dibutuhkan untuk membaca dan menulis. Belum lagi mereka juga berlatih logika berpikir dan daya nalarnya.


·       Montessori itu (katanya).. Biaya sekolahnya mahal dan hanya bisa dijangkau oleh kalangan atas. Biaya sekolah Montessori level PAUD yang cukup tinggi belum tentu menjamin masa depan individu yang lebih baik

Zaman sekarang sepertinya sudah banyak bisa ditemukan prasekolah montessori yang biayanya terjangkau. Makin banyaknya sumber dan pusat pelatihan yang tersedia untuk mempelajari metode montessori dan diikuti pula makin banyaknya produsen pembuat alat montessori dengan harga bersaing menjadikan sekolah bermetode montessori ini makin mudah direalisasikan. Banyak juga modifikasi alat ajar dan sistem pengajaran yang dibuat berdasarkan pendekatan metode montessori sehingga kebutuhan dana untuk pengadaan alat montessori bisa ditekan banyak namun masyarakat tetap bisa mengenyam esensi dari metode montessori .

Pendapat lainnya adalah : banyak orangtua yang masih berpikir bahwa biaya pendidikan tinggi (kuliah) lebih penting dan lebih menentukan masa depan seseorang kelak sehingga mereka lebih rela menyisihkan dananya untuk level pendidikan tinggi ini. Sedikit yang menyadari bahwa pendidikan di level usia dini sebenarnya merupakan hal yang paling dasar dan krusial dalam menentukan kualitas keseluruhan tingkat pendidikan yang dijalani setiap individu dari level awal sampai tingkat lanjut. 


Bersambung ke Bagian-4.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar