Senin, 30 Agustus 2021

PJJ - Sekolah Online ala Rumah Montessori - Hybrid Class 2021 (Bagian-3 selesai)



Seri Rumah Montessori Berbagi Cerita Bertahan di Masa Pendemi

Update Info : Mulai pembelajaran tahun ajaran 2021-2022 ini sekolah kami menerapkan sistem hybrid class atau kelas campur online dan offline. Di mana kami mulai menambahkan ada sesi kelas tatap muka (selain online) yang dilaksanakan secara bertahap, disesuaikan situasi kondisi dan bersifat optional artinya : orangtua diberi hak memilih sistem belajar online atau offline dengan muatan dan layanan pendampingan belajar yang berimbang.

Berikut infografis bagaimana detail Rumah Montessori merealisasikan semua poin penting yang harus dimiliki sebuah sekolah agar bisa menjadi sebuah sekolah Montessori online yang layak dibayar di masa pandemi (hasil belajar dari workshop) :







Berikut contoh apa saja isi paket kegiatan individual yang disiapkan guru dan diberikan kepada setiap siswa untuk dibawa pulang dikerjakan di rumah :







Kami mendokumentasikan apa-apa yang sekolah kami alami dan lakukan sepanjang perjalanannya lewat artikel tulisan ini. Jika sudah dibagikan secara public seperti ini artinya siapapun yang kiranya merasa semua konten tulisan kami ini dapat menginspirasi, bermanfaat dan ada yang bisa diambil hal baiknya, silakan.. Memang tujuan demikian. Feel free untuk mencontek konsep dan lain-lain karena kami yakin : walau resepnya sama, ‘taste’nya (hasilnya) akan beragam bergantung pada tangan si eksekutor (pengolah). No need to worry. Bahkan mungkin hasil teman-teman bisa lebih baik dari kami. Karena ini termasuk bukti ikhtiar kita semua untuk terus belajar, bertahan dan berjalan melalui semua tantangan yang harus dihadapi.

Tak lupa sebagai founder sekolah ini, saya merasa perlu menyelipkan surat cinta untuk tim guru tersayang saya.. 

Paling tidak,untuk saling menyemangati di masa-masa cukup sulit seperti ini. 



Dear ibu-ibu guru Rumah Montessori semuanya
Saya percaya kalian tim yang hebat sekaligus mampu untuk sama-sama belajar dan berkembang bersama. Upgrade semua skill kita. Ini kesempatan yang tepat dan bagus banget untuk bertumbuh dan meningkatkan kualitas kompetensi kita.
Setelah kalian kemarin jadi jagowan video recording, editing, jadi presenter, dll sekarang harus tambah lagi keterampilan lainnya ya..

Ibu-ibu guru yang keren.. Saya pribadi dan Rumah Montessori sungguh sangat berterimakasih atas segala kerja keras, kemauan belajar, keikhlasan dan kekompakan kalian. Rumah Montessori is nothing without it.
Saya juga percaya, semua upaya belajar bertumbuh untuk semakin terampil banyak hal ini bukan semata-mata untuk kepentingan institusi saja, melainkan akan lebih bernilai positif dan terasa keren ketika semua ini kita pandang dan nilai sebagai peningkatan kualitas hidup diri sendiri yang akan dibawa kemanapun kalian berjalan sepanjang hayat.
It wouldn't stay here and it's not for me or Rumah Montessori. Semuanya buat diri kalian sendiri.

Walaupun saya gak tahu nanti siswa aktif kita akan berapa, tolong kita sama-sama jangan berhenti berdoa ya.. Semoga banyak yang berkenan untuk berkolaborasi bersama Rumah Montessori. Aamiin..

Apapun yang terjadi, ikhtiar terbaik tetap harus dijalankan.
Yuk semangat untuk terus belajar meningkatkan kualitas yaa 

Love from Ibu Ivy Maya Savitri









Menjadi Sekolah Online Yang Layak Dibayar Orangtua (Bagian-2)


Seri Rumah Montessori Berbagi Cerita Bertahan di Masa Pendemi

Setelah menyadar bahwa sekolah kami menunjukkan gejala ‘terserang’ virus corona : pusing, sempet down juga (= stress), bingung (= meriang), kadang mentok merasa sulit ngembangin ide konsep belajar PJJ (= brain fog - anosmia) jadinya sekolah kami harus isoman buat rehat, belajar adaptif dengan situasi melalui pencarian info (= obat dan konsultasi ke ahli) sana sini supaya imun tetap kuat untuk bertahan hidup sambil terus jalan dan ikhtiar. Sekolah kami adalah survivor covid-19 at least sampai kini. Semoga bisa jadi penyintas yang semakin sehat, kuat, maju dan berkembang ke depannya. Aamiin!

Berbekal hasil semedi dan belajar banyak hal sana sini sambil tak henti berdoa, kami menemukan beberapa workshop yang kebetulan dimudahkan ketemu dengan topic yang sesuai dengan kebutuhan sekolah kami saat itu. Diantaranya workshop yang diselenggarakan oleh PGRI dan Sekolahmu, berikut link-nya :

https://youtu.be/zJmVmyNG2jE Judul : Kreatif PJJ – Sumber : PGRI

https://youtu.be/Ez9Jyj6rDbo Judul : Kreatif Penilaian PJJ – Sumber PGRI

https://youtu.be/5uTuaZGYhUA Judul : Kalau Gedung Sekolah Tutup, Apa Yang Dibayar Orang Tua Ke Sekolah? – Sumber : Sekolahmu


Dari materi-materi belajar dalam link di atas lah Rumah Montessori banyak sekali memperoleh asupan energi dan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan di saat penyelenggaraan belajar online masa pandemi benar-benar bikin pusing kepala. Terimakasih untuk semua ilmunya..

Diantara workshop-workshop online yang diikuti ada salah satu yang sangat bisa menjawab kegalauan saya sebagai founder sekolah Rumah Montessori. Kegalauan ini adalah tentang pertanyaan yang selalu saya pikirkan ketika sekolah kami akan mulai menerapkan kembali pembayaran SPP, yaitu :
“Apa sih yang membuat sebuah sekolah layak untuk dibayar di saat sistem PJJ atau online diterapkan? Banyak fasilitas sekolah yang nganggur kan?”
Jawaban yang diperoleh dari materi workshop tersebut adalah

Milikilah poin-poin penting di bawah ini di sekolah kita :
• Data kebutuhan belajar siswa dan kemampuan guru menyiapkan materi
• Disain dan kemasan materi PJJ
• Penyampaian materi PJJ
• Pendampingan pelaksanaan PJJ
• Pelaporan kompetensi siswa selama PJJ
*Dan sekolah kami akan laksanakan itu semua dengan semaksimal mungkin*

Dan link artikel satu lagi di bawah ini adalah juga inspirasi RumahMontessori dalam pencarian konsep metoda PJJ seperti apa yang dilaksanakan oleh sekolah sekelas Montessori School yang versi international :
https://applemontessorischools.com/apple-montessori-schools-overcome-distance-learning-challenges-to-deliver-the-magic-of-montessori-online/

Dari link di atas tersebut, paling tidak sekolah kami mempunyai gambaran serta perbandingan bagaimana sebuah sekolah Montessori internasional menjalankan sistem belajar online di masa pandemi. Well, kalau artikel di atas udah dibaca sih rasanya kami boleh agak sedikit merasa bahwa Rumah Montessori can do it better and more than that, alias kami bisa memberikan sistem PJJ yang lebih baik dari itu.

Naha bisa gitu? Gak percaya? Wah.. Harus lanjut menelusuri faktanya bahwa kami bisa, di postingan tulisan kami yang bagian 3 (terakhir) ya.. Hehehe..

Konsep PJJ Prasekolah Rumah Montessori untuk tahun ajaran baru 2020-2021 pun langsung diolah sampai matang. Tapi konsep ini tetap perlu proses dan waktu untuk mengeksekusi dan melihat serta mengevaluasi hasil implementasinya. Kami mensosialisasikan sistem PJJ ini secara public di link You Tube channel kami :

https://youtu.be/UVgFszTY-ho Judul : Sosialisasi PJJ Juli 2020 ala Rumah Montessori

Paparan detail bagaimana Prasekolah Rumah Montessori merealisasikan semua poin penting di atas agar bisa menjadi sebuah sekolah Montessori online yang layak dibayar di masa pandemi : silakan lanjut simak di bagian 3.

Minggu, 29 Agustus 2021

PUSING! Sekolah Kami Rumah Montessori Terkena Virus Corona 2020 (Bagian-1) - Perlu Isoman 3 Bulan

 

Seri Rumah Montessori Berbagi Cerita Bertahan di Masa Pandemi

Notes : Yang kena virus corona : 'sekolah' nya yaa.. Bukan guru-gurunya.. Cateett! Biasakan memahami bacaan dan cerdas mencerna kata-kata. Mohon dibaca rangkaian seri ceritanya (bagian 1-3) sampai selesai.

Perjalanan kisah ini dialami oleh Prasekolah Rumah Montessori, yang berdomisili di kota Tangerang Selatan di mana jaringan support untuk belajar online-nya cukup mendukung warganya.

Mengapa baru kami bagikan pengalaman ini sekarang padahal mungkin kisah dan informasi ini sangat dibutuhkan oleh sesama teman sejawat yang menjalankan institusi PAUD terutama yang berbasis montessori saat awal-awal pandemi adalah karena kami membutuhkan waktu dan proses mengeksekusi semua hal yang terkait dalam upaya kami untuk bertahan, mempelajari faktor apa saja yang memang berpengaruh serta sejauh mana kami bisa menyebut semua ini ternyata bisa berjalan.

Harapannya, mudah-mudahan masih bisa bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Bahkan jika teman-teman ingin menjadikan semua yang diceritakan disini sebagai panduan, silakan. Kami senang sekali jika isi tulisan ini bisa bermanfaat bahkan dicoba untuk diimplementasikan. Semoga proses menuju lebih baik menyertai semuanya.

Kita mulai dulu ceritanya dari awal ya.. Supaya kebayang masa fase susahnya.

Saat status covid-19 ditetapkan sebagai pandemi di awal tahun 2020 dan sekolah-sekolah diminta untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah, tentu hal baru ini bikin bingung semua pihak. Suatu perubahan yang mendadak harus segera dilakukan dibarengi dengan minimnya persiapan. Termasuk sekolah kami Rumah Montessori. Bisa dibilang tanpa persiapan sama sekali. Apalagi yang kami selenggarakan adalah PAUD berbasis pendekatan metode Montessori yang di mana saat mengaplikasikannya sangat dibutuhkan kegiatan belajar aktif yang melibatkan semua sensori motor anak. Bingung sudah pasti. Bahkan lesson plan term April-Juni 2020 sudah tuntas dikerjakan tim guru. 

WOW! Pusing tujuh keliling! Mau diapain itu RPP 1 term yang udah pasti gak bisa fit in di masa pandemic?  Ini semua membuat kami merasa perlu mundur dan ‘semedi’ sejenak di akhir term Maret 2020, namun tetap menolak lupa bahwa the school must go on. Ahey! Gelap nih.. Sekolah kami terinfeksi virus corona dan perlu isoman.

Kami bingung dengan konsep belajar jarak jauh ini dan sudah pasti kami belum punya konsep belajar online yang matang. Yang kepikiran saat itu adalah cuma posting info kegiatan-kegiatan yang bisa anak lakukan di rumah didampingi orangtua ditambah share video penyampaian materi topik mingguan sesuai lesson plan yang sudah disusun. Asli, anak-anak hanya diminta menyimak video rekaman materi guru, mengerjakan kegiatan yang diposting lalu mengirim video kegiatannya, kami berikan hasil asesmen kami secara online via WA dan waktu itu tanpa kegiatan online yang interaktif. Cuma ngandelin support orangtua di rumah untuk pengerjaan aktivitas-aktivitas yang telah guru infokan di group WA kelas. Pelaksanaan kegiatan yang diinfokan pun dilepas begitu saja, seakan dibebaskan boleh dikerjakan ataupun tidak akan kami terima saja. Tidak ada monitoring yang intensif.

Kita sadar diri banget bahwa sistem belajar sekolah cuma ‘gitu doang’ - seperti yang disebutkan di atas -. Yang berujung pada peniadaan bayaran SPP bulanan selama 3 bulan khusus term April-Juni 2020 alias SPP GRATIS, saking merasa tidak pantasnya mendapat dukungan finansial karena tidak sebanding dengan fasilitas layanan sekolah kami saat itu.

3 bulan berkutat dengan sistem belajar tanpa SPP tadi benar-benar digunakan untuk bertapa mengumpulkan petunjuk, ide, inspirasi, melakukan pengamatan, evaluasi, survey ulang, belajar dan mencari pengetahuan sebanyak-banyaknya. Workshop mengenai terobosan-terobosan sistem belajar untuk menyesuaikan dengan kondisi pandemi tetiba banyak banget, membuat kami lebih selektif memilih pelatihan yang sesuai kebutuhan saja. Seperti itulah masa-masa isoman sekolah kami.

Akhirnya ketetapan untuk awal tahun ajaran baru 2020-2021 dari pemerintah adalah masih menggunakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bahkan *mungkin* pelaksanaannya akan lebih lama lagi. Ini artinya, kami dan semua tim guru harus bersiap diri semuanya untuk segera bebenah menguatkan konsep pembelajaran jarak jauh kita selama ini. Tekad kami adalah : kami harus menjadi sekolah yang berperan sebagai support system orangtua yang layak diandalkan serta layak untuk dibayar. Karena sekolah kami akan mulai menerapkan kembali pembayaran SPP bulanan dan admin lainnya dengan segala penyesuaiannya. Kami akan meninggalkan konsep belajar jarak jauh yang selama ini dijalankan di term April-Juni 2020.


Wah, lalu gimana nih kelanjutannya? Stress mikirin konsep terbaiknya kayak gimana, itu mah udah pasti. Terus.. Transformasi apa yang dilakukan Rumah Montessori supaya bisa jadi sekolah online yang layak dibayar orangtua? Nah, gimana ceritanya cenah sebuah sekolah Montessori bisa tetep ‘Montessori’ dalam kondisi online ala Rumah Montessori? Haduuh.. Masih panjang ceritanya! Simak aja kelanjutannya di bagian berikutnya ya! Jawaban lengkap dan mendetail ada di sana semua.

Klik link Bagian-2 : https://rumah-montessori.blogspot.com/2021/08/menjadi-sekolah-online-yang-layak.html