Selasa, 02 Mei 2017

Konsep Konkrit Matematika dalam Metoda Montessori Part-2

Konsep konkrit di matematika Part-2

Nah.. Muncul deh si 'bintang tamu' nya.. Inilah seperangkat alat montessori yang mungkin sudah familiar bagi teman2 yg sering mencari tahu tentang montessori untuk level anak usia dini.
Beginilah penampakan materi persiapan sebelum sampai pada tahap yg dijelaskan sebelumnya di notes Part-1.
Ketiga alat di foto ini dikenalkan di level usia prasekolah. Mereka disediakan di Area Sensorial (Area Stimuli Indera) yg menjadi dasar persiapan menuju pemahaman konkrit matematika bilangan berpangkat 1, 2 dan 3 tadi.
Ini hanyalah contoh alat peraga.. Mungkin masih banyak alat peraga konkrit lainnya yg saya sendiri belum tahu. Hanya mau bagiin sesuatu yg udah agak lama saya tahu aja.. Mudah-mudahan setidaknya dapat menginspirasi siapapun untuk mengambil esensi dan prinsip utamanya bahwa anak usia prasekolah membutuhkan alat peraga konkrit dan betapa pentingnya itu semua untuk membawa kepada sebuah pemahaman. 
Terlepas dari apakah itu alat montessori atau bukan dan gak harus selalu pakai alat montessori. Yang penting dalam menyediakan alat peraga, sang fasilitator paham tahapannya, fungsi dan tujuannya serta jelas mau mempersiapkan ke aspek mana.
Sekarang, mari kita gosipin alat-alat yang ada di foto ini :
- Red Rods (Long Rods)
Merupakan susunan tangga tongkat merah untuk konkrit persiapan menuju bilangan berpangkat 1. Bentuknya flat, yg berbeda adalah selisih panjang setiap urutan tongkatnya. Hanya panjangnya yg berubah. Anak diminta mengurutkan tongkat ini sesuai urutannya dari yg paling panjang di posisi teratas sampai yg terpendek di posisi terbawah dengan rata sebelah kiri. Visual mereka dilatih agar paham bentuk konkrit tentang panjang pendek untuk bisa sampai nantinya ke konsep lebih banyak dan lebih sedikit di matematika.
- Broad Stair (Brown Stair)
Merupakan susunan tangga coklat untuk konkrit persiapan menuju bilangan berpangkat 2. Bentuknya seperti undakan tangga. Bila kita melihat dari arah depan susunan tangga coklat, yg terlihat adalah adanya perbedaan ukuran di 2 sisi yaitu pada sisi tinggi dan lebar si balok coklat untuk setiap urutan balok yg disusun dari yg paling besar di kiri ke yg paling kecil di kanan. Bagian sisi panjang balok (prisma segi empat) ini tetap ukurannya, tidak berubah.
- Pink Tower
Merupakan susunan menara merah muda (pink tower) untuk konkrit persiapan menuju bilangan berpangkat 3. Bentuknya seperti menara yg terdiri dari urutan sebuah bangun ruang berbentuk kubus. Yang terlihat adalah adanya perbedaan ukuran di 3 sisi yaitu pada sisi panjang, lebar dan tinggi pada setiap urutan kubus yg disusun dari yg paling besar di posisi terbawah ke yg paling kecil di posisi teratas.
Sebelum melangkah ke tahapan belajar matematika, sang anak dipersiapkan secara menyeluruh dengan dilatih mulai dari motorik kasar & halusnya, sensor visualnya, perabaannya dan sensor proprioseptifnya (otot) melalui aktivitas yang terintegrasi : 
- membawa satu persatu peralatan ini ke area kerja sehingga ada kegiatan jalan-bungkuk-berdiri-jongkok-keseimbangan-genggam alat-menjumput dg jari untuk alat ukuran kecil (latihan motorik kasar & halus)
- membawa beban : balok kayu yang ber'massa' (latihan perabaan, sensor otot) 
- mengelompokkan, membandingkan, mensorting dan mengurutkan ukuran & dimensi setiap balok/tongkat (latihan visual, perabaan, logika, daya pikir).
Dalam matematika, sudah pasti kita akan selalu membutuhkan & melakukan kegiatan dasar tadi : membandingkan, mensorting, mengurutkan, mengelompokkan.
Itulah paket lengkap untuk anak usia dini yang sedang sangat membutuhkan banyak stimulasi & latihan untuk mengoptimalkan semua indera-nya sebagai bekal mereka untuk kesiapan ke tahap belajar selanjutnya. 
Manusia membutuhkan dan akan memakai seluruh indera nya untuk belajar apapun 
Sayangnya.. hal krusial inilah justru yang tidak banyak dikerjakan untuk level anak usia dini, suka main langsung aja ke kertas soal.. hehe. -mungkin.. karena memang tujuannya lebih untuk ke bisa jawab soal ketimbang paham konsep 'kali ya..-
https://www.facebook.com/images/emoji.php/v8/ffb/1/16/263a.png
Begitulah perjalanan metoda ini mempersiapkan anak usia dini untuk bisa sampai ke subjek matematika. 
Tahapan dan SOP nya jelas & sistematis, tidak berantakan atau seingat-ingatnya si fasilitator, sehingga kekurangmatangan dalam pemahaman bisa terpantau dan teratasi dengan baik masalahnya.
Pertanyaan pentingnya adalah : sudahkah prasekolah-prasekolah (TK-KB) yg ada di kita memahami sistematika tahapan persiapan seperti ini? Sudah seberapa maksimal kah prasekolah2 di kita membekali anak dengan konsep2 konkrit melalui alat peraga real seperti ini? 
Alat peraga real yg dimaksud bukan hanya alat montessori lho ya.. no mention.. no promo.. no jualan.. 
Alat
peraga apapun, bahkan buatan guru sendiripun, asal guru paham prinsip utama, jelas fungsi tujuan dan tahapannya : silakan dipakai https://www.facebook.com/images/emoji.php/v8/ffb/1/16/263a.png
https://www.facebook.com/images/emoji.php/v8/ffc/1/16/1f44d.png👍 (ini malah keren banget).
Sepanjang saya berjalan, masih banyak menemukan prasekolah yang mendominasi kegiatan sekolahnya dengan worksheet (kertas2 & buku2 lembar kerja) dan langsung skip mengenalkan anak usia dini ke konsep abstrak. Padahal.. sampai setidaknya ke level lower elementary pun (SD kelas 3) konsep konkrit masih ada saja yg diperlukan.

Dan sepertinya.. mungkin saya termasuk produk yg kurang kritis berpikir karena kebanyakan dijejali konsep abstrak dari awal mula (saking abstraknya, sampe bingung : apa yang mau di'penasaran'in gak muncul2 - karena saking gak kebayang tea - heuheuu.. https://www.facebook.com/images/emoji.php/v8/fd0/1/16/1f602.png😂https://www.facebook.com/images/emoji.php/v8/fd0/1/16/1f602.png😂)
*ah sudahlah.. agak baekan sekarang mah.. karena faktor 'U'

Konsep Konkrit Matematika dalam Metoda Montessori Part-1

Konsep konkrit di matematika Part-1


Beginilah penampakan konkrit sebuah konsep matematis dari bilangan pangkat 1, pangkat 2 dan pangkat 3 melalui material short bead stairs dalam montessori.
.
Bilangan pangkat 1 : tampilan konkritnya adalah seperti segitiga paling kanan.. yang bentuknya flat rata, yg berbeda hanya ukuran panjangnya. Kalau diumpamakan sebagai bangun geometri, dia adalah bagian yang paling sederhananya yaitu : salah 1 sisi nya saja yg satuan ukurnya berpangkat 1 seperti mm, cm, dm, m dst. 
Sehingga tampak di gambar : 
.
biji paling atas : 1 pangkat 1 = 1 (biji merah) 
.
biji baris kedua : 2 pangkat 1 = 2 (biji hijau)
.
biji baris ketiga : 3 pangkat 1 = 3 (biji merah muda).. dst.
.
Kalau di Area Sensorial, inget bentuk tangganya si 'long rods' (red rods) atau tongkat merah ya..
.
.
Bilangan pangkat 2 : tampilan konkritnya adalah segitiga berbentuk piramid (tengah) yg tersusun dari lempengan-lempengan bangun datar bujursangkar atau segi empat sama sisi 2 dimensi yg ditampilkan lewat jumlah biji yg selalu sama untuk keempat sisinya. Bilangan pangkat 2 ini kalau diumpamakan ke bangun geometri versi bangun datar adalah bangun 2 dimensi yang memiliki 2 sisi sama panjang yg kita biasa menyebutnya dengan sisi kanan & kiri, sisi atas & bawah, alas & tinggi ataupun panjang & lebar yang bila kedua sisi sama panjang tsb dikalikan, akan diketahui luasan bidangnya dan nantinya akan menghasilkan satuan ukuran berpangkat 2 yaitu : luas, seperti m² (meter persegi), cm² (centimeter persegi), dm² dst. 
Sehingga terbukti dalam material ini :
.
sisi x sisi yg terkecil teratas = 1 biji x 1 biji = 1 x 1 = 1² = 1 (biji merah)
.
lempeng level kedua = sisi x sisi biji hijau = 2 biji x 2 biji = 2 x 2 = 2² = 4 (biji hijau)
Jadi, kalau kita ambil contoh : jika ada sebuah segi empat dg ukuran semua sisi-sisinya 2 cm maka luasnya adalah 2 x 2 cm = 2² cm = 4 cm²
.
lempeng level ketiga : sisi x sisi biji merah muda = 3 biji x 3 biji = 3 x 3 = 3² = 9 (biji merah muda).. dst
.
Kalau di Area Sensorial, pengenalan konsep bilangan pangkat 2 ini bisa dilihat dari 'brown stair' alias tangga coklat untuk versi bentuk bangun ruang nya..
.
.
Bilangan pangkat 3 tampilan konkritnya adalah bangun segitiga ber-ruang yang berbentuk menara (paling kiri) yg tersusun dari balok 3 dimensi berbentuk bangun ruang segi empat sama sisi atau kubus. Kalau dikonversikan ke bangun geometri dia adalah bangun ruang 3 dimensi yang memiliki 3 sisi sama panjang. Kita biasa menyebutnya dengan panjang - lebar - tinggi yang bila ketiga sisi sama panjang tsb dikalikan, akan diketahui isi atau volume bangun ruang dan menghasilkan satuan ukuran volume yg berpangkat 3 (kubik), seperti m pangkat 3 (meter kubik), cm3 (centimeter kubik), dm3 dst. Sehingga terbukti dalam material ini :
panjang x lebar x tinggi yg terkecil teratas = 1 biji x 1 biji x 1 biji = 1 x 1 x 1 = 1 pangkat 3 = 1 - buah (biji merah)
.
kubus level kedua = panjang x lebar x tinggi = 2 biji x 2 biji x 2 biji = 2 x 2 x 2 = 2 pangkat 3 = isinya ada 8 - buah (biji hijau)
.
kubus level ketiga = panjang x lebar x tinggi = 3 biji x 3 biji x 3 biji = 3 x 3 x 3 = 3 pangkat 3 = isinya ada 27 - buah (biji merah muda).. dst
Jadi kalau kita ambil contoh : jika ada sebuah kubus dg ukuran panjang 3 cm, lebar 3 cm dan tinggi 3 cm, maka volume atau isinya adalah 3 x 3 x 3 cm = 3 pangkat 3 cm = 27 cm3 (27 cm kubik)

Kalau di Area Sensorial, pengenalan konsep bilangan pangkat 3 ini bisa dilihat dari 'pink tower' alias menara merah muda untuk versi bentuk bangun ruang nya.. Pasti inget dong ya.. Secara si pink ini populer banget..
.
Pertanyaan pentingnya adalah : saya dulu hanya mampu menghafal rumus luas, volume dan hasil perkalian bilangan pangkat-pangkatan ini, tanpa tahu mengapa..
*sudahlah..

Kamis, 28 Juli 2016

Ulasan Cantik tentang Pelatihan Ramadhan Juni '16

(by Ranti Pujantari - penulis tamu perdana di blog kami)


Kebeneran banget pas liat FB ada tagging post yang memuat cerita singkat mengulas kegiatan Pelatihan Montessori PAUD kami di bulan Ramadhan 2016 yang baru lalu. Saya – si empunya blog ini – berasa diulang tahunin banget alias happy pisan karena ada yang ‘rajin’ duluan bikin ulasannya..hehe..

Terimakasih sangat untuk si penulis : Ranti Pujantari, salah seorang dari sekian peserta tangguh dan keren lainnya, yang punya reason ter-unik kenapa ikut pelatihan ini *me time katanya.. halah..meni berbobot me time teh atuh, cool banget lah*. Sekali lagi terimakasih atas izinnya untuk meng’copy-paste’ semua.

Untuk peserta lainnya yang juga gak kalah bikin terharu biru saya atas semangat juangnya... mangga dibaca aja tulisan si Ibu ya.. dia kayanya ‘kenal’ betul keluarbiasaan kalian semua J

"Kalau anak bertanya, tentang apapun, meski kita rasa itu bukan pertanyaan untuk anak seusianya, dijawab saja ya.. karena jika anak bertanya tentang suatu hal, itu berarti seluruh bagian dari dirinya (hati, pikiran, panca indera, SEMUANYA) sudah siap menerima penjelasan tentang itu".

Ini salah satu ilmu dari seabreg yang saya peroleh dari pelatihan singkat di Rumah Montessori.
Saya ingat sekali, waktu itu kami bersepuluh. Mengikuti pelatihan montessori edisi spesial bulan ramadhan.

5 orang dari praktisi pendidikan, yang rata-rata usianya masih relatif muda dan belum menikah. Dan 5 orang ibu-ibu yang ingin waktu bermain dirumah dengan anak lebih bermakna. Lalu di pertemuan ke-2 ada lagi peserta tambahan ibu-ibu karyawan swasta yang ingin buka sekolah. Salut sama ibu-ibu ini, yang masih mau belajar di sela-sela urusan rumah dan kantor yang gaada habisnya (tetep semangat meski kepala pada shock senut-senut diajak mikir yaa :D). Salut sama para praktisi pendidikan yang masih muda udah ketemu passion nya (iriii..). Salut sama bapa-bapa yang ikhlas dititipin anak dirumah sementara ibu-ibu belajar (thanks, abah!). Dan salut sama ibu Ivy yang tetap semangat menebar ilmu yang "jleb" banget ini ke seluruh lapisan masyarakat (terimakasih, ibuuu). Barakallahu...

Pelatihan ini dikemas dengan porsi yang pas sekali menurut saya. Tidak bertele-tele, dan tidak disingkat-singkat. Pas "kenyang" nya.. hehe. Ingiinn banget cerita semua muanya tentang pelatihan ini tapi nanti jadi spoiler dongs sayah, hehe..

Tertarik dengan metode ini tapi ga punya waktu banyak untuk mendalaminya? Ikut pelatihan ini! Lagi ada jadwal baru loh, boleh diintip fb nya Rumah Montessori.

Salam,

Ibumiyangakhirnyanyicipmetimebeneran:p
 





mau tahu profil wajah sang penulis tamu artikel ini?
cari aja yang ekspresinya beda sendiri & ter-unik.. seunik alasannya kenapa ikut pelatihan ini :)
gimanaa.. gampang nemunya kan? hehe..








 

Sabtu, 02 Juli 2016

Kupang : Life is good, please be in it...

Kata-kata yang dipakai untuk judul blog kali ini sangat familiar karena memang selalu terpatri menjadi quote status nya seorang pahlawan dari Indonesia, ya.. seorang Bapak bernama Budi Soehardi.. seorang CNN Heroes.

Kilas balik dulu sedikit ya.. Sekitar 4 tahun yang lalu, Rumah Montessori kedatangan tamu dari jauh.. dari bumi Indonesia bagian Timur. Tamu ini adalah satu tim yang terdiri dari orang-orang hebat dari sebuah tempat mulia di Kupang NTT sana yang dibina oleh pasangan luar biasa, Pak Budi  Soehardi dan Ibu Peggy. Inilah pula yang membuat mereka mendapat sebuah penghargaan tinggi sebagai CNN Heroes pada tahun 2009.

Rasa ingin berbagi dengan mereka begitu besar, namun hanya ilmu yang bisa Rumah Montessori sumbangkan untuk mereka kala itu. Dengan harapan, mudah-mudahan dapat bermanfaat. Akhirnya mereka pun terdampar di BSD Serpong di Rumah Montessori yang lama.. *Ance, Voni, (Adriana) Yana, Delfi, Angel.. remember this moment? Kalian masih muda haha.. Bahkan Keisha pun yang dulu ikut pelatihan masih bayi, sudah besar ya.. cepat sekali*


 
Keinginan untuk berkunjung dan menengok langsung ke Panti Asuhan Roslin dan sekolah TK-nya sudah masuk ke daftar harapan saya, bahwa suatu hari saya harus berada di Kupang untuk sowan ke tempat mereka menjalankan aktivitas mulianya.
Dan di akhir Mei 2016 inilah semuanya dapat terwujud, berangkatlah saya ke Kupang untuk 3 hari 2 malam saja karena keterbatasan waktu yang saya punya. *maafkan saya yang so' sulit pergi ke sana ya, Pak Budi..hehe*




 selalu mengagumi langit biru yang jernih di bumi timur Indonesia

Agenda utama tentunya adalah berdiskusi dengan guru-guru TK, melihat aktivitas anak-anak dan memberikan sedikit aktivitas di sekolah TK Roslin serta sekadar memberikan tenaga sukarela yang saya mampu untuk Panti Asuhan Roslin ini. Dari mulai bercerita, mengajak menyanyi, berdiskusi, mencuci piring, menyiram kebun bersama, menyiapkan makanan dan memandikan anak-anak panti. Precious moment.. Ikut seneng ketika melihat tawa dan canda mereka J terlebih dari itu, berasa bahagia karena anak-anak ini terjamin kebutuhan dasarnya sebagai manusia. Mereka berada di tempat yang aman.

Inilah Sekolah Roslin : bangunan, murid yang banyak, guru-guru tangguh, material belajar memadai





 


 




 Inilah Panti Asuhan Roslin :
 



Luar biasa panti ini. Keberadaannya, anak-anak yang diasuh dan dirawatnya serta fasilitas nya. Beruntung lah generasi-generasi muda yang tertampung dan terasuh disini, semuanya mendapat perhatian yang layak.
Tanah yang sungguh luas, walau berbatu dan berpasir tetapi tanaman yang ditanam di sana dapat tumbuh dengan baik.. sepertinya bumi pun mengerti bahwa tanah ini disentuh oleh tangan yang penuh kasih dan digunakan untuk orang-orang yang membutuhkan semua itu.




Berbahagialah semua di sana ya.. semoga cerahnya awan indah disana akan selalu hadir dan mengantarkan kalian kepada mimpi-mimpi indah kalian untuk dapat hidup lebih baik J

Tak akan dilupa, pertemuan dengan sesama volunteer di sana.. Hi Alex and Erin.. glad to know nice people like you two! You came from different country, outside of Indonesia but you do many precious things to this lovely country.. God will always bless you all.. Thank you for this short memorable story..
*maybe this pictures below will remind you all, we've been here for Roslin and they have a very nice place to stay..please come and join with their happiness someday :)*


 
Alhamdulillah Yaa Rabb.. another wishing list accomplished..
Life is good, please be in it J