Sabtu, 01 November 2014

Tinggalkan Three Periods Lesson.. (Whaatt...??)

Anak luar biasa telah memperbaharui konsep Three Periods Lesson

He he.. saya bisa ditimpuk seluruh penghuni jagad Montessori nih kalau buat blog dengan judul super syerem seperti ini..
Ha ha.. tenaannngg.. itu trik marketing.. jangan sembarang dan percaya aja sama berita doongg.. Masa masih gak move on juga di zaman banyak berita hoax begini.. tambah pinter yuk!
Baca dulu.. cermati dulu blog saya.. Marii..

Yg pernah terlibat dalam ke-Montessori-an pasti akrab dg Three Periods Lesson, sebuah sistem pengenalan konsep baru kepada anak usia dini di mana :
Tahap 1 (pengenalan nama konsep) ...

contoh : mengenalkan konsep simbol angka
Guru menyebutkan sambil menunjukkan angka : "Ini angka satu.. Ini angka dua.."

Tahap 2 (berlatih)
Guru meminta anak menunjukkan angka : "Coba tunjukkan mana angka dua? Kalau angka satu yang mana?"

Tahap 3 (menyebutkan nama konsep)
Guru bertanya sambil menunjukkan angka : "Ini angka berapa?"
Langkah di atas benar-benar efektif dan terjadi ideal tanpa hambatan untuk anak-anak yang memang butuh layanan khusus..


Tapi e tapi...tidaklah mudah diterapkan bagi anak-anak hebat zaman sekarang.. yang aktif.. yang kecepatan belajar nya luar biasa.. yang gurunya kadang-kadang kehabisan cara untuk mengarahkan (dan biasanya stuck bin keukeuh sama cara lama-nya Montessori plus nge-hang alias gak move on nyari cara lain)
Hehehe..du du du.. metoda tersebut sudah waktunya di-upgrade..
Seringkali guru kena di-cuek-in..atau tidak diperhatikan..

Beginilah The latest version of Three Periods Lesson di kelas untuk anak-anak hebat kami dan mereka lah inspirator-nya :
Saat anak asik bekerja dan tiba-tiba mereka bertanya benda atau materi yg dipegangnya (misalnya kartu angka 1, 2, 3 dst) : "Bu guru ini apa?"
Bersiaplah masuk ke momen berharga ini, yaitu menjawab dengan antusias, jangan bosan ditanya.. tetaplah menjawab : "Satu" "Dua" "Tiga" dst.. (sesuai dengan materi yg ditanyakan)
Karena sebenarnya di saat anak bertanya itulah, kita sedang melakukan Tahap 1 dari Three Periods Lesson yaitu : pengenalan nama konsep..
Beda-nya...komando tidak ada pada guru tapi anak yang menginginkan Tahap 1 ini dilaksanakan : sekarang juga..

Luar biasa bukan..tak perlu ber-tegang-tegang ria meminta anak memperhatikan..karena disini anak yang menunjukkan sendiri kesiapannya untuk menerima sebuah pembelajaran tentang konsep baru..

Kadang kita gak nyadar..sudah terlalu banyak instruksi untuk menyetir anak supaya sesuai dengan kehendak orang dewasa, jadi wajar ketika kita ajak anak untuk mengenali sesuatu - respon yg diberikan belum tentu sesuai harapan/antusias karena merasa lagi-lagi orang dewasa yg atur.. tak jarang maunya si material tadi malah dijadiin mainan suka-suka dia.. guru stress karena merasa harus sampai materinya..

Wahai guru..rileks-lah sejenak..ada saatnya kau akan mendapatkan momen Three Periods Lesson ini dalam kemasan yang berbeda..hehe..
Walau tak diulang ucap apa yg kita katakan, semua sudah tersimpan rapi di memory chip nya mereka.. Suatu hari mereka akan me-recall kembali data tersebut..


Believe me.. They listen

Minggu, 21 September 2014

Manual Praktek Montessori : Buka Tutup Pintu

Naa..ini dia mungkin postingan yg ditunggu-tunggu.. *wiih..GR*
Yuk mari kita belajar praktek beberapa material dan kegiatan dari Metoda Montessori.
Edisi kali ini adalah kegiatan Keterampilan Hidup atau Exercise of Practical Life (EPL).
Walaupun kerasa cemen alias sepele tapi kegiatan sehari-hari ini perlu untuk dilatihkan kepada anak-anak usia dini yang kemampuan otot motorik halusnya masih terus harus dilatih dan diaktifkan.
Jangan marahi si kecil jika dia membanting pintu karena otot masih belum kuasa untuk menahan daun pintu.. Jangan merasa benar sendiri ketika si kecil menutup pintu terlalu keras kalau kita sendiri sering ga sadar menutup pintu dengan tenaga orang dewasa yang setengah membanting..itulah contoh yang ditiru :)
Apa-apa yang ada di rumah dan di lingkungan sekitarnya harus dijaga, baik fisiknya maupun lingkungannya. Secara fisik, membuka menutup pintu dengan baik menjaga fisik daun pintu terjaga dengan baik dan tidak mudah rusak bahkan menjaga kusen dan jendela sekalipun agar tetap baik.
Untuk lingkungan sekitar, bunyinya yang perlahan membuat kondisi suara di dalam ruangan tetap terjaga nyaman dan tidak memekakkan telinga.
Anak-anak pun belajar dan berlatih banyak.. Selamat mencoba..

      1. Nama latihan                  : Kegiatan membuka dan menutup pintu.

      2. Deskripsi material           : Pintu dan gagang pintu

      3. Tujuan langsung             : Mengajarkan anak-anak membuka dan menutup  pintu

          Tujuan tidak langsung    : Melatih tanggung jawab  pada anak , mandiri, disiplin,

                                                       koordinasi, konsentrasi , percaya  diri, kepatuhan, 

                                                       kemampuan bahasa

     4. Indikator kesalahan          : Guru mengarahkan latihan

     5. Bahasa                             : Pintu, gagang pintu, buka, tutup, dorong, tarik

     6. Kelompok umur               : Mulai 2,5 tahun

     7. Presentasi                        : Kelompok

  Buka : Genggan pegangan pintu, tekan kebawah kemudian tarik

  pegangan pintu sampai daun pintunya terbuka. Sedikit suara.

                                                      Tutup : Genggam pegangan pintu, lalu dorong daun pintu

  dengan menggunakan telapak tangan lain. Lakukan secara

  perlahan dan sedikit suara

     8. Mengundang anak untuk mencoba

     9. Variasi                             : Buka tutup jendela, lemari, pintu geser, otomatis, mobil, lift

   10. Catatan tambahan            : Guru selalu mengingatkan anak  untuk membuka dan

                                                      menutup pintu dengan hati-hati dan tidak membanting pintu

                                                      Perhatikan tangan agar tidak terjepit.

                                                      Hati-hati pada pintu yang mengandung bahan kaca.



Membuka pintu

Menutup pintu


 

 

Selasa, 16 September 2014

The Great Trip to Jember East Java (last May '14)

Cerita lain yang gak kalah luar biasa adalah saat mendapat kesempatan untuk mengenalkan lebih banyak tentang Metoda Montessori ini ke bagian Timur Pulau Jawa yaitu Kota Jember Jawa Timur.. Wuiih.. jadi ikut ngerasain betapa panjangnya perjalanan Anang Hermansyah ketika dia harus pulang kampung #apasih..
Undangan untuk memberikan pelatihan ini didapat dari seorang teman baik yang pernah bertemu di Konferensi Montessori Yogyakarta, Miss Dhinar..

Tapi memang benar, ini perjalanan indah sekaligus terasa hampir tak berujung untuk bisa sampai ke Pelita Hati National Plus School di Jember.. Walaupun memilih perjalanan via udara dan darat, tetep aja harus ada di darat selama kurang lebih 14 jam #akibat terdampar tak jelas karena delay pesawat.. hehe disyukuri aja..karena jadinya bisa ketemu sama rombongan capres No.2 yang sedang kunjungan ke Surabaya.



Setelah naik travel dan memulai perjalanan menuju Jember, mata ini seakan tidak mau melewatkan sedikitpun tentang pemandangan yg dilalui.. Setiap kehidupan yang berjalan pada sore menjelang malam menjadi salah satu bagian yang gak luput dari pengamatan saya.

Hari semakin gelap, semakin terbatas apa-apa yang dapat saya lihat selama dalam perjalanan hingga akhirnya tiba untuk istirahat dan makan malam di RM Tongas Asri daerah Probolinggo.

 
Perjalanan dilanjutkan.. malam semakin larut.. akhirnya saya pun tidur di dalam travel sambil sesekali melihat perjalanan, mengecek posisi travel apakah sudah dekat dengan Kota Jember atau belum J Sampai di penginapan yang sudah dipesan sekira pukul 11 malam..langsung ambil posisi untuk segera beristirahat untuk siap berjumpa dengan tim hebat Pelita Hati National Plus School.

Esok harinya, workshop dimulai.. dan inilah penampakan Pelita Hati National Plus School..




 

Seperti berada di sebuah kompleks rumah ya.. sejuk banyak pohon.. ruangan cukup banyak terpisah dan ada lapangan di area sekolah ini.
Dan inilah suasana pelatihannya..

 
 
 
 


Uniknya sekolah ini juga sering memberi kesempatan bagi para orang asing untuk menjadi relawan pengajar tamu dalam rangka menambah kompetensi anak dalam hal berbahasa asing khususnya Bahasa Inggris.

Tiga malam  di kota yang menurut saya termasuk cukup hangat udaranya, memberi kesan tersendiri. Sempat pula menikmati suasana malam saat ingin mencoba kuliner di sekitar penginapan.. Asing tapi tetap merasa di Indonesia.. Kota yang tidak begitu besar tapi sudah mulai padat dengan penduduk dan tentunya sepaket dengan melimpahnya motor-motor di jalanan.

 
Hari terakhir pelatihan, saya diantar Miss Dhinar untuk membeli oleh-oleh. Ternyata khasnya adalah tape, kacang edam jadilah saya beli rekomendasinya.
Subuh-subuh di awal Juni 2014..mulai lagi perjalanan panjang saya menuju rumah BSD.. Kembali menaiki travel dan berhenti di sebuah RM untuk sarapan dan sekalian saya foto travel warna-warni-nya hehe..
 
 


Akhirnyaa..sampailah dengan selamat di BSD..

Terimakasih Miss Dhinar dan tim suksesnya.. terimakasih untuk mau-paling tidak sekedar belajar dan mengetahui tentang 'hal lama yang baru muncul kembali' di dunia pendidikan.

Kita juga jadi tahu bahwa setiap hal/aktifitas yg tadinya dianggap remeh oleh orang dewasa adalah hal besar yang penting bagi anak-anak.
Mudah-mudahan bisa memperkaya dan menginspirasi semuanya ya.. All the best for your great team @ Pelita Hati National Plus School

Jumat, 27 Juni 2014

Montessori vs Kreatifitas Bebas


Banyak yang berpendapat Metoda Montessori tidak mengembangkan seorang anak untuk bebas berkreatifitas karena semua pembelajarannya selalu didahului dengan adanya pengenalan aturan dasar dan tahapannya. Itu betul, di Montessori ada pengarahan dan pengenalan awal dulu dari guru ('presentasi') untuk materi. Alasannya cukup jelas : yang mau dibentuk adalah seorang individu yang kelak akan membuat sebuah kreatifitas berdasar ilmu yang logis sehingga karyanya memiliki nilai guna, dapat dinikmati dan punya manfaat bagi orang banyak. Bukan karya yang 'ngasal' dibuat.

Sebagai contoh, seorang ahli tata rias dan penata rambut harus dipandu dulu untuk belajar dasar-dasar anatomi wajah, teknik dasar menggunting, jenis-jenis kulit dll sebelum akhirnya dia mampu mempercantik seseorang dengan make up dan model rambut yang sesuai karakter dan trend yang digandrungi. Ahli masak, pelukis, penyanyi dan pemusik kelas dunia pun demikian perjalanannya.

Foto di bawah ini adalah sebuah bukti, mengapa di Montesori anak-anak perlu menguasai dulu ilmu/materi dasarnya yaitu mampu mengenal dan mengurut ukuran dari besar ke kecil. Sehingga saat membuat kreasi bentuk lain, bangunannya sudah dipastikan tidak akan rubuh! Karena mereka memahami dan ada pengalaman sebelumnya ketika menaruh balok yang besar di tengah atau di atas bagian yang lebih kecil, bangunannya akan rubuh. Dan itu lah yang akan dia terapkan di dunia nyata saat mereka mengaplikasikan ilmunya secara real.


Seorang arsitek hebat yang karyanya bisa dinikmati dan bernilai guna bagi manusia, semua bermula dari mempelajari ilmu dasar beserta tahap-tahapannya hingga sampai pada karya masterpiece-nya. Apapun bentuk bangunannya, ketika si pembuat bangunan mengerti benar teknik membuat fondasi dengan baik.. bangunan tersebut akan berdiri kokoh lama dan mempunyai nilai guna bagi manusia lain.

Dan menurut saya, Metoda Montessori masih merupakan metoda yang memperhatikan dan menyediakan hal-hal detil - yang kadang dianggap remeh & sepele - tentang tahapan-tahapan persiapan agar seorang anak usia dini sampai pada tahap pencapaian kemampuan tingkat lanjut seperti calistung dan belajar pengetahuan lainnya.

 

** Ikut pelatihannya yuk :) **

 

Senin, 12 Mei 2014

Montessori Trip ke Bumi Ruwa Jurai

Walaupun ‘latepost’ tapi masih berkesan kok perjalanan dan pengalaman indahnya.. Rapopo yoo..

Ada yang bingung mungkin dengan sebutan ‘Ruwa Jurai’ di judul tulisan ini.. Di mana eta teh? Belah mana Indonesia? Kata itu sebenernya secara gak sengaja saya baca di papan reklame yang ada di Bandara Lampung *ooh..ke Lampung  ya*

Betul.. Akhirnya Rumah Montessori menjejakkan kakinya di Pulau Sumatera untuk pertama kalinya.

 

Dan Negeri Ruwa Jurai ini artinya negeri dengan dua penghuni *nyontek dari mbah google*.
Ya emang bener, sesuai dengan kenyataannya bahwa Lampung memang dihuni oleh dua macam penduduk yaitu penduduk asli (pribumi) dan penduduk pendatang dari berbagai suku bangsa. Kedua macam penduduk ini sama dominannya menghuni Bumi Ruwa Jurai. Nggak aneh setiba saya di Bandara Raden Inten II dan dijemput oleh panitia acara (Lovely Bee Day Care and Lampung Islamic Montessori School)  saya masih belum ‘dapet’ feel Lampung-nya.. J
Dialek dan gaya bahasa yang saya temukan di awal menginjakkan kaki justru Jawa dan Sunda banget.. lainnya Bahasa Indonesia seperti biasa. Baru setelah beberapa hari, muncul juga kata khas Lampung ‘geh’ dari seorang anak kecil asli Lampung..

Beda dengan ketika saya pertama kali berada di Samarinda, Pontianak, Singkawang, Jawa Barat-Tengah-Timur atau saat bertemu peserta pelatihan dari daerah lain seperti Cirebon, NTT dll..’taste of their culture and language’-nya kerasaa banget..

Waah..kalau udah ngomongin tentang Endonesah emang ga ada abisnya..
 
Di Lampung ini saya akan tinggal sekira 3 hari 2 malam.. Seperti biasa memenuhi undangan untuk sekedar membagi pengalaman dan ilmu yang saya punya untuk orang Lampung.

Jujur.. baru kali ini ada sekolah yang bersedia menjadi Event Organizer (EO) menyelenggarakan pengenalan Metoda Montessori yang terbuka untuk umum.. Salut untuk visi misi pemilik TK LIMOS dan Lovely Bee Daycare Bandar Lampung : Bunda Firsta Primordiyanti *mudah-mudahan gak salah ngetik..kalo ngucap nama mah Inshaa Allah gak belibet saya mah..*


 

Kerja keras dan kesigapan mereka menyiapkan acara ini juga, saya acungi jempol.. Usaha-nya untuk mensosialisasikan Montessori di Lampung dirasakan mereka sebagai tantangan yang berat dan tidak mudah. Metoda asing, nama asing, budaya penduduk yang cenderung dalam status ‘sudah dalam posisi wuenak’ – sulit untuk menerima perubahan dan apalagi untuk berubah, adalah sederet masalah yang dihadapi EO ini untuk ‘menarik’ massa ke tempat pelatihan di Gd. PascaSarjana Universitas Bandar Lampung.

 


 

Penuh perjuangan memang. Tapi tidak sedikit juga yang menyambut, bahkan yang datang dari kabupaten lain yang berjarak cukup jauh dari lokasi. Terimakasih teman-teman..perjalanan jauh nya mudah-mudahan terobati untuk sama-sama  mengenal tentang indahnya metoda ini dalam memperlakukan manusia sesuai fitrahnya dan juga saat melihat keragaman alat-alat yang dipraktekkan saat workshop *alat-alat tersebut hanya segelintir dari keseluruhan alat-alat Montessori*




 
 

Niatan pihak Rumah Montessori bertandang ke Lampung banyak juga misi-nya. Selain emang untuk sosialisasi Montessori di Lampung, ada lagi nih..

Pertama, untuk memenuhi janji dalam hati yaitu memberikan ilmu Montessori ini untuk sebuah PAUD yang pemiliknya telah almarhum dan sebelum wafatnya telah ikut pelatihan di Serpong. Beliau sangat ingin bisa guru-gurunya mendapat pelatihan ini..*Yth Alm Pak Imam, beberapa guru Titah Bunda sudah diundang gratis, ya Pak..mudah-mudahan ilmunya bermanfaat*
 
Kedua, kunjungan balasan untuk salah satu alumni pelatihan Rumah Montessori yang spesial.. Yova.. kebetulan keluarganya punya Hotel Serasi – tempat saya menginap, sebuah hotel transit yang nyaman dan bersih di pusat kota dan ga pernah kawatir dicuekin karena tuan hotel-nya perhatian banget. Thanks untuk sarang walet, nasi goreng, air jeruk nipis, mie goreng, kopi asli Lampung, teh manis dan pempek-nya. Big thanks untuk pinjaman alat-alat Montessori-nya.. Semangat terus untuk buka sekolah Montessori yaa..






Ketiga, sebuah reuni singkat dengan salah satu BFF *nyontek istilah my little teen* best friend forever.. Mia Tania.. ibu ini kebetulan lagi dines di salah satu kebun gula besar di Indonesia.. Miaanaa.. thank you so much.. you bring this session “it feels like home”.. Terimakasih sudah membantu presentasi di depan panggung dan sudah jadi fotografer bajakan di acara ini. Mungkin ilmu ini juga sudah sangat kaupahami, bahkan sudah sangat mungkin kau juga yang isi seminar ini..hihihi.. Tapi mudah-mudahan cuap-cuap saya tidak berasa membosankan dan ‘dangkal’ ya Mii..




Keempat, eksploring alam Lampung.. Bunda Firsta beserta keluarga memang pemandu wisata yang luar biasa.. Terimakasih untuk jalan-jalannya..  Terimakasih untuk makan bersamanya.. Saya diculik ke tempat yang sangat cantik.. It feels like in a private island..  O M G!




 
Pulau Kelagian namanya.. 20-30 menit naik perahu.. Pasirnya haluuss seperti tepung, putih dan masih bersih. Panen benda laut deh.. Di sini kebanyakan sampah alami yang ditemukan, sampah manusia sudah mulai nampak sedikit L

 
Lampung ini kaya betul alam lautnya.. posisinya dikelilingi pesisir dan pantai dengan beragam tipe dilihat dari sudut letak geografisnya. Dua pesisir berupa pantai selat dan satu lagi merupakan pantai yang bertemu laut lepas alias samudera.

Montessori trip ke Lampung selesai sudah seiring berakhirnya bulan April 2014.
Jatuh hati ke tanah Lampung sudah dimulai saat terbang menuju gerbang Pulau Sumatera ini karena disuguhi pemandangan indah dari ketinggian penerbangan yang tidak terlampau tinggi..

Damn, I love Indonesia!

 
 

Kamis, 20 Maret 2014

Ketika si Anak Usia Dini (2-4 tahun) Belajar Field Trip

Term Januari-Maret 2014 ini merupakan kali pertamanya untuk anak-anak kelompok bermain Rumah Montessori mengadakan ‘mini trip’ kegiatan keluar sekolah. Di sinilah saatnya anak-anak usia ini belajar untuk bepergian dengan orang selain anggota keluarganya dengan menggunakan kendaraan yang juga bukan yang biasa mereka naiki sehari-hari.

Tujuan mereka kali ini adalah mengunjungi dokter gigi. Selain ingin mengenalkan tentang menjaga kesehatan gigi anak juga kami ingin mengenalkan profesi secara nyata kepada anak-anak, sesuai dengan tema term ini yaitu ‘Profesi’.

Jujur ya..membawa anak-anak usia di bawah  4 tahun pergi dengan orang dan moda transportasi yang asing alias tidak biasanya itu adalah ‘tantangan’. Kalau diingat-ingat, mereka itu kan masih dalam tahap yang penuh bergerak aktif.. di kelas montessori, sesuai dengan perkembangannya : adalah normal jika anak-anak dalam tahap ini gemar berlari, cepat bosan, bersikap seolah tak mau mendengar maupun bernyanyi bersama, bergerak cepat tak terkendali dan kadang tak tertebak.. *kadang-kadang guru suka berasa ‘gak laku’ karena nyanyian-nya, cerita-nya dan penjelasannya tidak diperhatikan alias dicuek’in anak-anak lucu ini..huhuhuu..-nangis meraung- J

Daan..bayangkan itu, saat mereka berada di tempat kunjungan..*ngusap peluh di muka pake tangan.

Tapi guru-guru tetap semangat dan percaya bahwa anak-anak ini akan mampu untuk bisa ikuti aturan main dengan proses-nya masing-masing.

Di modul pelatihan dan manual praktek metoda Montessori PAUD, ada bagian yang dinamakan kegiatan ‘behaviour on outing’ yang isinya tentang tahapan-tahapan bagaimana mempersiapkan anak yang akan melakukan field trip/belajar di lapangan/kegiatan keluar sekolah *metoda ini memang indah dan detil ya? Ini kan sering luput dan sering ke-skip atau kelewat untuk dicantumkan di metoda pembelajaran lain yang lebih mengutamakan hal berbau akademis/kognitif anak-anak. Padahal, menu dan pembekalan ini pentingnya luar biasa..ini adalah pembelajaran untuk hidup lhoo.. Dan Montessori memasukkannya secara khusus, detil dan di-tag penting di modul Practical Life/Keterampilan hidup agar para orang tua dan guru paham cara mempersiapkan kegiatan ini dengan baik untuk anak-anak usia dini.

Ngaku ajaa.. .selama ini kita memang melakukan penyampaian tips bepergian hanya karena memang insting semata, dan merasa perlu aja tanpa ada modulnya hehehe.. cari info-nya juga mungkin dari majalah-majalah atau tulisan-tulisan orang yang ingin sharing pengalaman mereka.. padahal di metoda Montessori begitu ‘penting’nya poin ini hingga masuk dalam modul-nya segala.

Dan itu-lah yang kami lakukan untuk anak-anak hebat kami di Rumah Montessori..

Beberapa hari sebelum keberangkatan, anak-anak sudah diceritakan tentang akan dilaksanakannya kegiatan ini lengkap dengan detil ‘run down’ atau susunan acaranya lengkap. Bagaimana kita akan memulai kegiatan mini trip ini dari awal sampai akhir disampaikan. Terutama bagian-bagian pentingnya, yaitu menjelaskan sesuatu yang akan diluar biasanya serta hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika mini trip ini berlangsung baik selama dalam perjalanan dan di tempat tujuan.

Dan.. voilaa... tarraaa...

Anak-anak kelompok bermain ini memang luar biasa.. mereka sanggup menyerap informasi dengan baik dengan caranya sendiri.. Walau seperti dicuek’in, gurunya merasa gak laku dan beberapa sambil aktif bekerja saat penjelasan diberikan, tapii.. WELLDONE KIDS! You did it..

Selama perjalanan mereka cukup tertib, begitupun saat di lokasi. Dokter yang bercerita diperhatikannya dengan baik dan alat-alat di tempat praktek yang penting tidaklah dibuat heboh. Di tempat tujuan mereka mengikuti aturan mainnya, sesuai dengan kesiapannya masing-masing. Mood masing-masing anak yang naik turun (menangis, tidak mau naik mobil sekolah dll) dapat diminimalisir dan dikurangi ke-ekstrim-annya.

Perlu dipahami bahwa berhubungan dengan sesuatu yang ‘baru’ dan asing, anak-anak ini perlu berjuang dan belajar untuk beradaptasi sampai ke tahap menerima kondisi baru.. jangan sepelekan itu.. tahanlah untuk berkomentar negatif saat anak menunjukkan belum siap dan belum sampai bisa mengikuti seluruh aturan mainnya.

Acara berlangsung lancar hingga akhirnya kita pulang dengan selamat.

Thank you kids.. Thank you parents.. We’re proud of you
Well done teachers..

**Note :
Tips ini bisa dipakai di keluarga. Saat seluruh keluarga akan bepergian, informasikan semua aturan main yang berlaku selama di perjalanan dan sesampainya di lokasi. Lebih detil dan jelas akan lebih baik agar anak-anak semakin paham dan tidak terjadi kekacauan sistem saat aktivitas berlangsung. And believe me, it works.. J


 
 
 
 
 
 
 

Minggu, 09 Februari 2014

Program Peduli Januari 2014.. Kelas Penuh Semangat !

Program Peduli yang mengawali perjalanan Rumah Montessori berbagi ilmunya di tahun ini adalah Program Peduli Januari 2014. Kelas yang sudah jauh-jauh hari dibooking sebuah kelompok penyelenggara PAUD dari Depok Al Ikhlas Junior Club namanya..dan akhirnya pesertapun terkumpul memenuhi ruangan kami yang 'pas-pas'an.
Peserta kali ini datang dari perwakilan Sekolah Kepik Cimanggis, orang tua dari BSD-Bekasi-Jakarta, relawan, Kick Andy Foundation, Bunayya Islamic Preschool.


Walaupun foto kegiatan kelas ini minim, tapi saya yakin ilmu, wawasan, masukan, networking yang didapat tidak seminim foto-fotonya. Saking seru berdiskusi dengan para peserta yang luar biasa antusias keingintahuannya, membuat kegiatan foto memfoto untuk dokumentasi terlewatkan.

Semangat yang saya kagumi dari mereka yang tak surut kala cuaca bulan ini tak bersahabat, kala kondisi kesehatan tak memungkinkan, kala jarak dengan tempat lokasi yang tidak dekat..mereka tetap hadir dan ada utk membedah metoda ini.. :') Terharuu..
Disinilah kami membagi ilmu ini secara khusus dan spesial untuk (lagi-lagi) seseorang yang berkomitmen di dunia sosial (membantu anak-anak komunitas pemulung wilayah Jakarta agar lebih baik tingkat pendidikannya). Terimakasih Ibu Evi Kusuma Andhari, mudah2an dari tangan mulia Ibu, anak-anak tadi merasakan sesuatu yang lebih baik dalam urusan kasih sayang dan pembentukan mental pembelajar.
Bahagia rasanya, bahwa berbuat untuk perubahan itu tidak harus kita langsung terjun bila memang belum mungkin, tapi justru tugas ini bisa kita bagi-bagi bersama agar kita bisa selalu merasa menjadi manusia yang bermanfaat bagi sekitar. Jangan berkecil hati, berbuatlah dulu yang kita mampu. Sekecil apapun perbuatan itu tetap mempunyai arti dibandingkan dengan tidak berbuat apapun..

Terimakasih untuk pertemuan indah ini kawan-kawan.. semoga semangat yang kita dapat kala kita berkumpul tidak luruh :)