Senin, 14 November 2011

Seputar Anak Berkebutuhan Khusus dan Sekolah

Seputar Anak Berkebutuhan Khusus dan Sekolah
(by : Ivy Maya Savitri – Rumah Montessori)
Saya berpendapat bahwa : semua anak pasti berkebutuhan khusus, hanya posisi dan porsi kebutuhan tersebut berbeda-beda. Ada anak yang kebutuhan khususnya di kasih sayang, latihan mandiri, latihan motorik kasar & motorik halus, latihan berkomunikasi, latihan sharing, latihan ber-empati, ber-attitude baik dan lain sebagainya. Dan ditambah dengan hal-hal baru yang sekarang sering kita temui yaitu ABK dalam artian yang lain seperti ADHD, Autisme ringan-berat, speech delay, asperger dan lain-lain yang bahasanya kadang terlalu ‘tinggi’ buat saya..
Banyak pihak sekolah yang mau tidak mau menemui masalah-masalah seperti yang akan saya paparkan di bawah ini.
PERMASALAHAN PIHAK SEKOLAH diantaranya adalah :
1.       Memutuskan penerimaan anak berkebutuhan khusus di sekolah
2.       Memutuskan untuk menyampaikan masalah anak kepada orang tua

Masalah 1
Seorang anak yang akan didaftarkan untuk masuk ke sekolah kita tentunya dapat kita kenali tingkatan kebutuhan khususnya sejauh apa dan dalam katagori apa melalui pengamatan kita terhadap karakter anak secara umum. Di bawah ini adalah hal-hal yang dapat membantu kita dalam mengenali anak tersebut :
-          Banyak membaca literature dari berbagai sumber tentang : perkembangan anak, masalah pada perilaku anak, deteksi dini ABK dll
-          Pengalaman/jam terbang di lapangan
-          Saat trial à perilaku di kelas baik secara individu maupun dalam kelompok
-          Saat interview di awal pendaftaran
Setelah kita memperoleh karakteristik dan masalah anak secara garis besar ada di sebelah mana, maka untuk memutuskan penerimaan anak berkebutuhan khusus tersebut di sekolah kita perlu ada evaluasi seperti misalnya :
-          Dengan kondisi sekolah yang sudah ada, evaluasi kembali kesanggupan sekolah terutama dalam manajemen kelas ke depannya
-          Siapkah SDM-nya? Kebutuhan  ‘shadow teacher’ - guru pendamping (disiapkan sekolah atau orangtua)
Jika guru pendamping/helper disiapkan orang tua murid, pastikan bahwa helper benar-benar sudah terlatih, sepakat untuk menjalankan  rancangan pembelajaran dengan baik dan konsisten, bekerja sama dengan guru dan pihak sekolah serta mengikuti aturan sekolah demi tercapainya kemajuan sang anak.
-          Kuota kelas yang tersedia, baik untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus maupun tidak
-          Yang terpenting : keyakinan individu (guru) dalam kesanggupan menangani anak-anak BK
Jika kasusnya adalah ketika bertemu dengan calon murid yang sudah positif ABK oleh psikolog/terapis (menyertakan surat referensi) maka keputusan penerimaan calon murid tersebut :
-          Bergantung pada school policy (adakah kursi untuk anak ABK? Jika ada, adakah limit maksimum dalam menerima ABK?)
-          Apakah sekolah siap atau tidak bila harus meng-handle ABK dengan level yang cukup tinggi
-          Bila pihak sekolah sudah OK dan menerima ABK dengan level yang tidak rendah, sekolah perlu secara intensif berhubungan dan berdiskusi dengan pihak ahli (terapis, psikolog, psikiater) à agar kegiatan selama terapi sejalan dengan apa yang dijalankan di sekolah dalam menunjang dan mencapai target si ABK - sinergis (sehingga tidak ada target yang melenceng bahkan sampai tidak tercapai/missing)
Jika kasusnya adalah calon murid tersebut adalah belum tentu ABK atau statusnya : belum tes ke ahli manapun tapi pihak sekolah/guru melihat ada sedikit ‘yang lain’ dari karakteristik umum anak-anak : Sebagai Guru apapun latar pendidikan kita, posisikan dengan benar dan bijak à HOLD THE JUDGE (just keep an excellent observation)
Contohnya :
·         Anak tidak mendengar ataupun menoleh saat dipanggil : banyak kemungkinannya (mungkin tidak peduli/cuek, sengaja tidak mendengar, ada masalah pendengaran, panggilan kita tidak terdengar, kebiasaan di rumah)
·         Anak tidak mau menatap mata kita saat diajak bicara : mungkin tidak suka, merasa bersalah, gengsi, kebiasaan di rumah, senang mengalihkan pembicaraan, sedang tidak mau mendengar ataupun berbicara dengan orang lain
·         Anak yang usia pra SD masih terbalik-balik dalam menulis : belum tentu disleksia, latihan kurang intensif, masih perlu drilling di menulis, dll

Masalah 2
Penyampaian masalah-masalah anak kepada orang tua sebaiknya :
-          Saran untuk melakukan tes terhadap anak jangan terlalu cepat disampaikan
-          Selalu siap dengan catatan dan data-data hasil observasi anak dan diskusikan dengan orang tua letak permasalahannya (bukan vonis dan judgement yang akan kita sampaikan)
-          Berhati-hati dalam menyampaikan
-          Bermainlah dengan kata-kata ‘cantik’, selalu ‘positif’ dan ‘motivatif’
-          Jika orang tua perlu saran maupun solusi à berikan yang sesuai dengan porsi dan kapasitas kita sebagai guru/pihak sekolah
-          Orang tua dapat diajak bekerja sama dalam rangka usaha mencapai progress anak yang ke arah yang lebih baik



-          Saran pelaksanaan tes terhadap anak kepada para ahli, pada akhirnya dapat disampaikan jika sudah sampai pada waktunya dimana :
o   Ditemukan masalah yang berulang, penurunan (prestasi maupun perilaku) yang cukup signifikan, adanya perubahan dan tanda-tanda yang diluar dari batas normal yang cukup signifikan.
o   Serangkaian usaha/daya upaya maupun program khusus yang dicoba dijalankan guru di sekolah dan orang tua di rumah TIDAK menunjukkan progress/kemajuan/perubahan ke arah yang lebih baik (ditentukan dalam rentang waktu tertentu à biasanya ada kesepakatan berapa lama akan dievaluasi kembali)
Demikian sedikit dari apa yang ada dalam benak saya hari ini.
Semoga bermanfaat J

Jumat, 03 Juni 2011

Be yourself and Be the best of yourself

Dulu..
Jaman-jamannya baru lulus kuliah S1, buatku : happy, bangga, seneng.. sekaligus bertanya-tanya 'what's next?'.. Dengan IPK yang lumayan dan semangat yang masih tinggi, optimis banget bakalan dapet gawean..
Apa aja deh.. yang penting ngalamin kerja dan dapet duit hasil keringat sendiri.. Dapet? Dapet doongg.. Happy? Happy dong.. Walaupun di sebuah institusi yang cukup berkembang tapi gak sebesar perusahaan multinasional.. Semuanya dilalui dengan fun karena masih 'gelayutan' sama ortu.. duit hasil kerja ditabung dan kadang dikeluarkan buat sedikit hal berbau 'konsumerisme' :)

Hampir setahun kerja, ngeliat temen-temen.. kok pingin juga ya kerja di perusahaan bonafid, terkenal, beken, absolutely settle deh! Soal gaji? beuuu... udah jelas harusnya worthed dong ya.. ada yang kerja di bank nasional papan atas, perusahaan sabun-shampoo merek-merek terkenal yang logonya huruf 'U' ada di setiap kemasannya atau perusahaan besar saingannya yang logonya familiar huruf 'P' dan 'G', perusahaan telko yang warna merah, biru, kuning, hijau.. busyeeettt.. belum lagi nama-nama perusahaan makanan selevel perusahaan berlabel bla bla bla Food dll..
Yaay!! orang-orang itu hebat banget yaaa... gaji-nya bisa berlipat-lipat ganda dari aku.. and bangga pastinya bisa jadi bagian dari big corporate seperti itu :))

Renung.. merenung.. sehabis cabut dari tempat kerja pertama dan udah ke-PD-an bakal dapet kerjaan lagi tapi ternyata.. oh ternyata.. tidak mudah :'(
Lumayan lama nge-hang dari dunia kerja.. jiaahhh...
Selagi ngonsep tentang diagram alur tujuan hidup, tiba-tiba aku kepikiran pingin banget ya jadi guru.. tapi gak mau dosen.. gak mau juga nge-guruin orang-orang yang udah gede-an.. gak PD!.. Apalagi bawaan body udah imut and cute beginih.. hahahaha... yang ada ntar aku yang dikira muridnya.. males banget dehh.. kalo murid-muridnya pada ngelunjaakk..
Akirnya yang paling bisa aku handle jelas anak kecil duoonnkk... pingin jadi guru preschool deh..

Heuheuy.. dasar udah jalannya, lancar banget dah kalau cita-cita udah dari dasar hati mah.. karena aku yakin itu adalah motivasi terbesar untuk mengejar mimpi-mimpi kita.. percayaaa..
Jadi.. terdamparlah aku di (salah satu) tempat yang terindah dalam hidupku.. tempat dimana aku ber'aktivitas' sepenuh jiwa raga dan hatiku jie jie jie.. gak tega rasanya kalau aku pakai  istilah 'bekerja' karena aku tidak merasa bekerja di sana.. tapi ber'aktivitas'.. bekerja iya.. belajar iya.. berkarya iya.. bermain iya.. bersosialisasi iya.. bersenang-senang juga iya lho! nah kan.. lengkap!
Saking tambah jatuh cinta-nya sama profesi dan kegiatanku yang ini.. akhirnya lupa deh kepinginan untuk jadi 'pegawe' kantoran or staff di perusahaan-perusahaan yang bikin sirik tadi hehehe...
Jadinya malah punya obsesi lain yang datangnya bersumber dari aktivitasku tadi.. Ketemu dengan banyak orang-orang yang banyak kasih inspirasi.. Keinginan dan cita-cita tambah kuat..
Kalau kita mau, memang selalu ada jalan..
"There's a way if there's a will", kata mantan pacarku yang terakhir ;) (salah satu my inspiring man)
Satu per satu mimpi dan cita-cita dapat diwujudkan.. Alhamdulillah..

Sampai dipertemukan dengan momen sekarang-sekarang ini.. ternyata yang kujalani dengan 'hati' tadi berbuah hasil yang bisa memberikan the best reward tersendiri dalam hidup aku..
Tidak usah harus mengejar apa yang orang lain dapatkan, atau menjadi apa yang telah orang lain raih..
Tapi jadikan semua itu menjadi salah satu penyemangat..
Rasanya kita semua punya jalan masing-masing..
Sungguh,
pernah jadi full time mother pun aku bangga,
pernah jadi staff kantoran pun aku bangga,
pernah jadi staff relawan di warung sendiri pun aku bangga,
pernah jadi guru preschool pun aku bangga...
Apalagi sekarang, rasanya bisa berbagi ilmu untuk tujuan peningkatan kualitas pendidikan di negara ini (walaupun kecil andilnya).. aku tetap bangga.. bangga menjadi diri sendiri..

Just be the best of yourself..
(Montessori Philosophy in my life : No reward No punishment and merely help the children to be the best of themselves)

Just be yourself and no matter what they say..
(I love Sting!)

Sabtu, 26 Maret 2011

Yang selalu kuimpikan

Hari ini, sebenarnya aku tengah gundah.. Gundah mengapa? Aku tahu jawabannya, tapi aku tak mampu ungkapkan.. Ini isi hatiku.. Ini semua tentang mimpiku.. Ini semua tentang tantangan hidupku.. Ini semua tentang cita-citaku.. Ini semua tentang sebuah.. entahlah, yang terakhir aku bingung isinya apa..
Aku ingin dapat 'membagi' apa yang pernah aku alami, aku punya, dan pernah aku suka..
Aku ingin semua orang tanpa kecuali ikut merasakannya.. bahwa semua ini INDAH, BERMANFAAT, dan SANGAT DALAM..
Pffhh.. semua itu memang harus ditunjukkan, diperlihatkan, tak cukup hanya sekadar film, rekaman video semata.. mereka membutuhkan objek yang nyata, bisa dilihat, dipegang, bahkan dirasakan 'feel'-nya.. layaknya yang diperlukan oleh anak-anak pada masa keemasan mereka..
Tuhan.. andaikan aku tahu di depan sana ada apa yang terjadi, tentunya posisimu aku yang gantikan (he he..)
Tidak ya.. semua itu Engkau yang tahu.. kita di sini hanya menjalankan yang sebaik-baiknya.
Okelah kalau begitu..
Tapi ada satu lagi, ini semua tentang pengorbanan.. Aku memang bukan tipe orang yang berani mengambil resiko setinggi-tingginya.. bukan.. penuh perhitungan? Iya banget.. tapi ingin juga suatu waktu menjalani peran seorang high risk taker (walaah..)
Andai aku diberi keberanian seperti itu, tapi aku yakin dan harus bisa.. walaupun itu menyangkut pengorbanan sesuatu yang sangat.. paling.. berharga sekali (menurutku)
Hmm.. tapi mestinya aku juga punya keyakinan bahwa apa yang kukorbankan kali ini jauh di batas sadarku : sangat bermanfaat bagi umat banyak..
Sangat berarti bagi siapapun, bukan hanya untukku semata..
Semoga langkahku, keputusanku, benar-benar untuk kebaikan semua dan seseorang yang nun jauh di sana pun, aku yakin.. seyakin-yakinnya.. akan tersenyum melihat semua ini dan tidak membuatku berhenti melangkah..
SEMOGA..

Kamis, 03 Maret 2011

MONTESSORI METHOD is…
The Method which provides a child oriented, caring and suitable environment that promotes the development of the children to their full potential, and accommodates and stimulates child's mental, physical, social, and intellectual development.
Montessori teaching program is carefully set to support the different stages of children's development and provides learning opportunities for children at their own comfortable development phase.
Montessori also promotes diversity among the children and their families and practices that endorsed equality regardless of race, religious, gender, and cultural and social differences.
(from many resources)

Salam sejahtera,
Bapak/Ibu yang saya hormati, tidak berlebihan rasanya bila saya  mengatakan bahwa  kita tentu akan bangga dan senang bila dapat memberikan yang terbaik untuk buah hati kita, terutama pendidikan, seperti yang tengah Bapak/Ibu lakukan selama ini.
Di tengah keanekaragaman metoda pengajaran yang selalu berkembang dari masa ke masa, tidak terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, saya percaya bahwa sekolah yang Bapak/Ibu pimpin ini tentu telah menetapkan metoda pengajaran yang terbaik bagi para anak didiknya.
Tetapi waktu terus berjalan dan menuntut setiap individu untuk selalu memperkaya pengetahuan dan wawasannya agar dapat menjadi lebih baik dan tangguh dalam menghadapi masa depan.
Tentu tidak ada salahnya bila kita terus belajar dan mencari informasi agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan, baik bagi para peserta didik maupun bagi diri kita sendiri.
Saya pun sebagai individu demikian, izinkanlah saya - atas nama pribadi dengan membawa bendera Wahana Pengembangan Potensi Guru Montessori for Everyone BSD untuk berbagi pengetahuan dan menambah wawasan seputar metoda pengajaran khususnya untuk usia dini. Yang saya miliki saat ini  adalah sederet kualifikasi, pengalaman dan pengetahuan mengenai Metoda Montessori mulai dari alat-alatnya, cara penerapan, cara mengajar, manajemen kelas, hingga peleburan metoda sesuai kebutuhan sekolah.
Dan melalui surat dan lampiran-lampiran ini, perkenankanlah saya untuk mencoba menawarkan berbagai alternatif sistem training/workshop mengenai hal-hal yang sudah saya sebutkan tadi di atas yang dikemas ringan dalam konsep mari berbagi, mari berdiskusi, silakan berpendapat, tambah wawasan J

Bila memerlukan penjelasan lebih lanjut, jangan sungkan untuk mengontak saya. Dengan senang hati saya akan datang untuk berbincang ringan seputar program ini.

Terimakasih..